KB TK SD SMP SMA SMK

Terakreditasi A

SEKOLAH MAITREYAWIRA
BATAM

Content on this page requires a newer version of Adobe Flash Player.

Get Adobe Flash player

Pengumuman Lainnya

BUDAYA KASIH ALAM SEMESTA

MENGANTAR IRFAN MENJADI KEPALA SEKOLAH BERPRESTASI

Oleh Bibit & Ika

Kategori: SMP|Update terakhir: 9 Mei 2014

Kepala Sekolah SMP Maitreyawira Batam, Irfan, S.Psi.

Jumat (2/5) di Stadion Temenggung Abdul Jamal, Muka Kuning. Kepala Sekolah SMPS Maitreyawira Batam, Irfan, S.Psi. meraih penghargaan menjadi kepala sekolah paling berprestasi se-Kota Batam. Penghargaan tersebut diserahkan oleh Wakil Walikota Batam, Rudi, S.E. bertepatan dengan upacara memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas). Terkait dengan prestasi gemilang tersebut, kami berkesempatan mewawancarai beliau.

 

Jumat 2/5 lalu, Bapak terpilih menjadi Kepala sekolah berprestasi Tingkat SMP di Batam. Bagaimana perasaan Bapak mendapatkan penghargaan ini?

 

Saya kaget, tidak menyangka bisa menang mengingat saingan yang lebih berpengalaman dengan portofolio yang lebih banyak. Ketika interview, saya juga menilai pengetahuan para kepala sekolah lain sangat bagus dengan konsep-konsep yang luar biasa. Makanya, ketika hari Jumat kemarin saat upacara memperingati Hardiknas dan mengetahui mendapat penghargaan ini, saya kaget sekaligus senang. Ternyata selama 3 minggu saya melakukan persiapan ada hasilnya. Saya juga berharap momentum ini bisa menjadi motivasi bagi guru-guru lain baik dari tingkat TK, SD, SMP, maupun SMU di Sekolah Maitreyawira ini untuk selalu bersemangat menggapai prestasi.

 

Apakah sebelumnya Bapak pernah mengikuti ajang serupa ?

 

Ini yang pertama. Sebenarnya, pada awalnya, saya cukup semangat dan punya keyakinan, tapi saya sempat pesimis meskipun selama tiga minggu telah mempersiapkan segalanya. Saya melihat portofolio dari kepala sekolah lain yang begitu banyak. Ketika tes tertulis pun lebih banyak soal-soal yang saya tidak tahu karena berhubungan dengan topik PNS. Bahkan saya sempat berpikir ya sudahlah, ini jadi pengalaman pertama, saya bisa mempersiapkan dengan lebih baik mengikuti perlombaan ini tiga tahun berikutnya. Ternyata saya lolos, hahaha.

 

Yang pertama dan langsung menjadi juara, Pak. Hebat! Lalu, apa saja persiapan Bapak sehingga bisa meraih prestasi gemilang ini?

 

Seperti yang saya beri tahu tadi, saya mempersiapkan segalanya sebaik mungkin selama tiga minggu. Hal-hal teknis dan mendetail pun saya persiapkan dengan matang. Misalnya,  saya bawa proyektor dari sekolah untuk mengantisipasi jika proyektor yang disediakan rusak. Segala macam persiapan harus ada. Segala macam strategi harus kita pikirkan.

 

Salah satu kriteria penilaian untuk menjadi kepala sekolah berprestasi adalah melalui karya tulis. Apa topik yang Bapak angkat? Mengapa memilih topik tersebut?

 

Judul karya tulis saya adalah “Upaya Meningkatkan Kecerdasan Moral Siswa Melalui Seni Budaya INLA di SMP Maitreyawira Batam”. Tentu samplingnya adalah siswa-siswi SMP Maitreyawira. Melalui penelitian ini saya ingin mengetahui apakah Budaya Kasih Alam Semesta ada kaitannya dengan kecerdasan moral siswa. Dibutuhkan beberapa siklus, seperti melakukan kroscek data. Salah satunya adalah melihat perubahan para siswa yang mengikuti ekstrakurikuler senam ceria sebelum dan sesudah mengikuti ekstrakurikuler senam ceria. Dengan menggunakan metode angket, hasilnya positif. Tampak ada korelasi antara seni budaya Kasih Alam Semesta dengan peningkatan kecerdasan moral siswa.

 

Mengapa Bapak tertarik mengangkat seni budaya Kasih Alam Semesta sebagai penelitian? Apa motivasi Bapak menulis karya ilmiah bertopik Budaya Kasih Alam Semesta?

 

Saya termasuk orang yang setuju dengan penerapan kurikulum 2013. Mengapa? Karena hal  pertama yang diperhatikan dalam kurikulum ini adalah sikap moral, spiritual, dan sosialnya. Baru setelah itu kemampuan pengetahuan dan keterampilan siswa. Dunia pendidikan perlu mendahulukan hal ini ketimbang aspek pengetahuan dan keterampilan. Maksud saya, ada gak sih sesuatu yang konkret, yang betul-betul bisa menjadi instrumen pendidikan untuk mewujudkan visi kurikulum 2013 tersebut. Saya melihat Seni Budaya Kasih Alam Semesta melalui tarian alam dan nyanyian alam berlirik pujian tentang cinta alam ini bisa menjadi alternatifnya.

 

Apa reaksi para juri ketika mendengar presentasi Bapak tentang Budaya Kasih Alam Semesta ini?

 

Sayang, tanggal 19 April kemarin ketika ada seminar Budaya Kasih Alam Semesta yang diselenggarakan oleh INLA Batam, panitia lupa mengundang para pengawas pendidikan. Padahal para juri yang memberikan penilaian kebanyakan adalah para pengawas. Mereka tidak mengomentari Budaya Kasih Alam Semesta. Hanya saja, presentasi saya dianggap terlalu mempromosikan INLA, hahaha. Jadi pada dasarnya, mereka belum paham tentang apa itu Budaya Kasih Alam Semesta.

 

Selain mengenai karya tulis, adakah kriteria penilaian lain, Pak? Seperti kita tahu bahwa beberapa siswa SMP Maitreyawira mendapat prestasi yang hebat,  apakah hal itu juga dilihat, Pak?

 

Saya pikir, tidak. Dianggap sebagai kepala sekolah berprestasi bukan dari pelaksanaan harian. Pelaksanaan harian hanya dilihat dari portofolio. Kriterianya adalah 15% tes tertulis, 25% portofolio, 20% penilaian hasil kerja karya tulis, dan 40% adalah presentasi dan wawancara. Kemampuan penguasaan IT juga menjadi penilaian. Masalah persiapan juga sangat mereka perhatikan seperti bisa gak kita pasang proyektor, power point (ppt) kita menarik tidak, bagaimana menginsert (memasukkan) video, audio, bahkan sampai design background. Ternyata, kepala sekolah yang lain juga melampirkan prestasi ini itu siswa masing-masing dalam portofolio. Itu baru saya ketahui. Jadi selain merevisi karya tulis, saya juga akan melengkapi portofolio saya dengan memasukkan prestasi-prestasi para siswa.

 

Jadi itu juga menjadi persiapan Bapak untuk mengikuti perlombaan di tingkat provinsi?

 

Ya betul. Saya juga sempat sharing dengan juri, kalo sudah sampai tingkat provinsi  para juri biasanya sudah berlevel doktor dan nasional berlevel profesor. Memang agak sulit, kemungkinan perlombaannya  awal Juni. Akhir Mei mungkin data sudah harus terkumpul. Padahal, istri saya diprediksi akan melahirkan di bulan Juni. Soal mental, saya sudah siap karena otomatis sudah terbentuk. Saya akan melakukan perbaikan karya tulis, memerhatikan konten, memperluas siklusnya.

 

Selamat, Pak, sebentar lagi akan menjadi seorang ayah. Apa harapan Bapak untuk mengikuti perlombaan ini di tingkat provinsi?

 

Mudah-mudahan saya bisa melewati dengan baik.

 

Harapan Bapak untuk SMP Maitreyawira?

 

Apa pun yang terjadi, semoga SMP Maitreyawira tetap berjaya. Termasuk penerimaan siswa yang tidak menurun, guru-gurunya yang terus bersemangat, siswanya yang terus berprestasi. Saya juga berterima kasih kepada para guru karena saat ini sudah 30-an piala yang diraih anak-anak. Ini adalah sebuah prestasi. Harapan terbesar saya, kepribadian anak-anak juga dapat terbentuk dengan baik melalui sekolah ini.

 

Ada pesan untuk anak didik Bapak?

 

Semoga mereka mampu menyesuaikan diri, beradaptasi menghadapi tantangan. Mereka harus punya kapasitas dan kemampuan. Pada dasarnya, hidup di dunia ini tidak selalu sama. Mereka harus punya kapasitas dan kemampuan di mana pun dan dalam situasi apa pun.

 

Terima kasih atas waktu dan kesempatan bisa mewawancarai Bapak. Sukses Pak, semoga semakin berprestasi di kemudian hari.

 

Sama-sama.

 

Demikian wawancara dengan Bapak Irfan, S.Psi. Sosok yang selalu mendapat ranking 3 besar sejak SMP hingga SMA, peraih lulusan terbaik dan tercepat di universitas tempatnya kuliah, guru yang pernah mengantarkan siswanya meraih nilai rata-rata tertinggi UN mata pelajaran Matematika tahun 2008/2009 se-provinsi, hingga menjadi seorang kepala sekolah terbaik se-Kota Batam.

Kembali

Copyright © 2016 Sekolah Maitreyawira。All Rights Reserved.