KB TK SD SMP SMA SMK

Terakreditasi A

SEKOLAH MAITREYAWIRA
BATAM

Content on this page requires a newer version of Adobe Flash Player.

Get Adobe Flash player

Pengumuman Lainnya

Festival Kue Bulan (中秋节)

Festival Pertengahan Musim Gugur (Mid Autumn Festival, Mandarin – 中秋节, baca Zhong Qiu Jie), atau di Indonesia dikenal juga dengan sebutan Festival Kue Bulan merupakan perayaan hari sukacita keluarga yang dilambangkan dengan kehadiran bulan purnama penuh. Biasanya pada masa ini adalah moment untuk berkumpul bersama keluarga. Festival Zhong Qiu Jie jatuh pada tanggal 15 bulan ke-8 berdasarkan perhitungan kalender lunar China (Imlek).

 

Ini adalah masa di mana bulan paling dekat dengan Bumi, berdampingan dengan batas langit dan bersinar kemerahan, melambangkan bersatunya antara pria (matahari) dan perempuan (bulan), seperti Yin dan Yang dalam tradisi China.

 

Kue bulan (Hanzi: 月餅, pinyin: yuèbǐng) adalah penganan tradisional Tionghoa yang menjadi sajian wajib pada perayaan Festival Musim Gugur setiap tahunnya. Di Indonesia, kue bulan biasanya dikenal dalam dialek Hokkian-nya, gwee pia atau tiong chiu pia.

 

Kue bulan tradisional pada dasarnya berbentuk bulat, melambangkan kebulatan dan keutuhan. Namun seiring perkembangan zaman, bentuk-bentuk lainnya muncul menambah variasi dalam komersialisasi kue bulan.

 

Perayaan sembahyang kue bulan tahunan setiap tanggal 15 bulan delapan kalender Imlek, Pada hari itulah bulan paling bulat dan paling terang sepanjang tahun, karena pada hari itu jarak bulan dengan bumi dan bentuk kue yang bulat melambangkan terangnya bulan menyinari bumi.

 

Sejarah

Di akhir Dinasti Song orang-orang Mongol menguasai sebagian besar wilayah Tiongkok. Karena takut terjadi pemberontakan, penguasa menetapkan peraturan yang ketat, yaitu setiap rumah dijaga oleh seorang prajurit kerajaan, sehingga rakyat tak mudah untuk berhubungan satu sama lain.

 

Rakyat semakin merasa tertekan dalam pengawasan mereka. Suatu ketika, dengan berbagai siasat para pemuda berkumpul tanpa sepengetahuan para prajurit. Di sana mereka menyusun suatu rencana pemberontakan.

 

Saat itu menjelang pertengahan musim gugur, di mana bulan nampak sema-kin bulat sempurna. Mereka memutuskan untuk membuat kue bulan dan disebarkan ke semua rumah. Ternyata di setiap kue yang dipotong terdapat se-buah kertas berisi pesan ‘jam 3 dini hari kita serang prajurit Tartar’. Sedangkan kue bulan yang disuguhkan kepada para prajurit dibubuhi racun.

 

Pemberontakan rakyat jelata akhirnya berhasil membuahkan kemerdekaan. Sejak itulah, setiap pertengahan musim gugur, di mana bulan terang sempurna, mereka membuat kue bulan yang manis untuk dinikmati bersama, sambil mengenang perjuangan mereka dalam meraih kebebasan.

 

Sumber

Kembali

Copyright © 2016 Sekolah Maitreyawira。All Rights Reserved.